July 30, 2009
Pustakaloka
No Comments |
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meresmikan layanan perpustakaan online dan komunitas pencinta antariksa Indonesia.
Sekretaris Utama LAPAN, Bambang Koesoemanto meresmikan layanan online perpustakaan LAPAN tersebut dalam acara “Diseminasi Perkembangan Roket dan Satelit di Indonesia” di kantor LAPAN, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu.
Perpustakaan online LAPAN, kata Bambang, bertujuan untuk meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat luas terhadap antariksa, roket dan satelit yang selama ini dirasa masih kurang.
Dengan layanan online ini, masyarakat akan mudah dan setiap saat untuk mengakses database koleksi textbook, jurnal dan hasil penelitian dari perpustakaan LAPAN. Baca selengkapnya…
July 29, 2009
Minat Baca, Pustakaloka
No Comments |
Taman baca Guahira mengikuti lomba karya nyata Jambore 1000 PTK-PNF 2009 tingkat provinsi Aceh yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK-PNF) pada 28-29 Juli 2009 di Asrama Haji Banda Aceh.
Perlombaan yang diikuti oleh TBM Guahira Community pada lomba Jambore 1000 PTK-PNF ada dua bagian perlommbaan karya nyata, TBM dan bagian IT. Pada bagian TMB menyangkut dengan “manajemen Taman Baca Masyarakat dan di bagian IT, “pengenbangan website lembaga”.
Pada bagian lomba IT, blog http://tbm.guahira.or.id kami ikut sertakan pada lomba karya nyata Jambore 1000 PTK-PNF.
Semoga lomba karya nyata Janmbore 1000 PTK-PNF tingkat provinsi Aceh mendapatkan web lembaga yang akan mengikutidi tingkat nasional, di Yogyakarta.[]
July 16, 2009
Resensi
No Comments |
Ragam metafor kerap dipakai orang manakala membicarakan aktivitas baca membaca. Sebagaian mengatakan, membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah gudang ilmu. Membaca menghapus kebodohan. Membaca adalah anu. Membaca adalah bla bla. Begitu kaya perumpamaan yang telah dilahirkan para pembaca. Anda pun bisa melahirkannya. Kerena memang tak ada larangan.
Bagi saya, bacaan adalah racun yang mengobrak-abrik tatanan segi pemikiran seseorang. Baik menjungkirbalikkan yang baik menjadi buruk atau sebaliknya. Buku bisa menyakiti. Buku juga bisa menjadi penawarnya. Akibat membaca, Muslim jadi Kafir. Kafir menjelma Muslim. Laki-laki alim menjadi bocah urakan. Si urakan mendadak alim. Gadis berjilbab menjadi seksi, dan si seksi segera berjilbab. Begitulah bacaan mengaduk-aduk otak pemahaman kita. Baca selengkapnya…
June 25, 2009
Resensi
No Comments |
Oleh Baun Thoib Soaloon Siregar — Ketika saya mencari-cari buku referensi kuliah pada sebuah toko buku, tiba-tiba seseorang (entah penjual atau pembeli) nyeletuk: ”Aceh pungo, dua uroe teuk, kon le ureung Aceh nyang pungo, Batak-Batak pih kapungo.” Saya hanya menangkap potongan ungkapan tadi dan tidak tahu sama sekali pangkal ujung pembicaraan. Karena penasaran saya bertanya: “Pakon, Dek!” Ia lantas menunjuk sebuah buku pada rak bagian tengah, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Oh, ini rupanya “Aceh Pungo”. Lalu, apa kaitannya dengan Batak? Kenapa pula orang Batak harus ikut-ikutan pungo? Apakah ini terkait dengan demo maut yang terjadi di Medan baru-baru ini, atau…? Ah, daripada menduga-duga, lebih baik buku ini dibaca dulu, pikirku seketika. Baca selengkapnya…
June 5, 2009
Resensi
No Comments |
Oleh Djuneidi Saripurnawan — Masyarakat Aceh, hingga kini, terkenal dengan budaya lisannya, dan budaya tulis (literatur) masih didominasi kalangan elit. Bahasa Aceh secara lisan telah bertahan untuk perjuangan kemerdekaan masyarakat Aceh, menjadi semacam bahasa sandi yang tidak banyak dimengerti oleh penjajah Belanda dan ‘orang Jakarta’. Namun, sayang-disayang, semua itu kurang diimbangi dengan budaya tulis-menulis. Hingga kini, kita bisa menemukan rendahnya kemampuan baca-tulis-berhitung (Calistung) dan minat baca dari para pelajar dan mahasiswa di Aceh. Hanya ada satu-dua toko buku yang representatif, dan jarang sekali menemukan resensi buku pada surat khabar harian atau media lokal Aceh. Tentang Aceh lebih banyak ditulis oleh orang-orang luar (outsider). Baca selengkapnya…
March 25, 2009
Duta Baca, Pustakaloka
No Comments |
Muhammad Harith, murid SD Negeri 56, Ulee Kareng, Banda Aceh, terpilih menjadi finalis Duta Baca Anak dan Remaja Indonesia 2009 yang diadakan oleh Klub Perpustakaan Indonesia di Jakarta. Harith akan bersaing dengan para finalis duta baca utusan provinsi lainnya dari seluruh Indonesia pada Rabu (25/3) besok.
Acara penobatan Duta Baca Anak dan Remaja Indonesia ini juga akan disiarkan oleh TVRI pukul 19.00 WIB-21.00 WIB pada hari tersebut. “Besok (hari ini) Harith dan seluruh finalis lainnya dijadwalkan bertemu dengan Duta Baca Indonesia, Tantowi Yahya, dan Menteri Negara BUMN, Sofyan A Djalil,” kata Drs Adlias, guru pembimbing Harith di SD Negeri 56.
Kepala SD Negeri 56 Ulee Kareng, Hj Salmiah SPd serta orang tua Harith, Hasanuddin dan Anita mengharapkan dukungan masyarakat Aceh dalam pemilihan Duta Baca Anak dan Remaja Indonesia yang akan berlangsung besok.(serambinews.com)
February 28, 2009
Uncategorized
1 Comment |
Hari gini, ada apa sih di perpustakaan sekolah? Kayaknya enggak ada yang ”penting” di perpustakaan sekolah atau perpus. Tinggal klik Google, semua informasi langsung tersedia….
Perpus? Udah bukunya jadul, lay out-nya enggak menarik, dilarang ngobrol lagi. Kalau saja enggak ada tugas yang memaksa kita masuk perpus, males banget ya…
Kayaknya hampir pasti kalo sebagian besar putabuers bakalan menjawab dengan ”penolakan” yang sama saat ditanya komentarnya soal perpus. Lokasi yang mestinya bisa jadi tempat nongkrongnya putabuers di sekolah, dijauhi karena kondisinya yang nyaris ketinggalan zaman.
Perpus ibarat ”penyakit”. Sejak zaman dulu, perpus identik sebagai salah satu tempat di sekolah yang amat dihindari putabuers. Kalaupun ada yang demen masuk ke perpus, bisa dibilang orang-orangnya itu melulu. Enggak jarang pula, geng perpus itu disebut sebagai kelompok enggak gaul. Baca selengkapnya…
December 4, 2008
Minat Baca, Pustakaloka
13 Comments |
Berkeliling dengan sepeda onthel untuk menyewakan buku secara cuma-cuma adalah aktivitas sehari-hari Sumanto, selama empat tahun sebelum gempa melanda Bantul pada 2006. Setelah gempa, aktivitas keliling itu tetap dilakukannya. Namun, dia tak lagi menggunakan sepeda onthel, tetapi dengan sepeda motor beroda tiga, sumbangan dari orang yang bersimpati kepadanya.
Kegiatan menyewakan buku-buku itu mulai digeluti Sumanto sejak tahun 2003. Pengalamannya menjadi tenaga survei dalam proyek pengentasan kemiskinan telah membuka matanya akan arti pentingnya membaca bagi masyarakat di lapisan apa pun. Baca selengkapnya…
October 29, 2008
Artikel, Buku, Pustakaloka
3 Comments |
SEBUAH buku harian menjadi terkenal karena si empunya buku itu memang tokoh. Buku harian juga terkenal karena memberi pengetahuan mengenai suatu peristiwa pada suatu masa. Akan tetapi, tidak sedikit buku harian menjadi terkenal karena penemuannya yang berliku dan unik.
Buku harian Ilan Ramon yang dipamerkan di Jerusalem pada awal Oktober mungkin merupakan buku harian yang sangat unik. Ramon adalah astronot pertama Israel yang tewas saat pesawat ulang alik Amerika Serikat Columbia meledak saat memasuki atmosfer Bumi pada 1 Februari 2003. Semua korban tewas. Namun, sebagian reruntuhan pesawat yang jatuh dari ketinggian 37 mil dari Bumi ada yang bisa ditemukan. Baca selengkapnya…
October 15, 2008
Artikel, Minat Baca, Pustakaloka, Uncategorized
No Comments |
Ketersediaan bahan bacaan sastra saat ini sangat terbatas, termasuk di sekolah-sekolah. Di sisi lain, kurikulum pengajaran lebih menekankan pada kebahasaan atau tata bahasa. Faktor-faktor inilah yang antara lain menyebabkan siswa kurang berminat terhadap sastra.
Guru Bahasa Indonesia dan Sastra di SMPN 90 Jakarta Timur, Nefita, Senin (13/10), mengatakan, rendahnya minat terhadap sastra terjadi terutama di sekolah minim fasilitas dan bahan bacaan sastra. ”Di sekolah unggulan, minat siswa terhadap sastra cukup tinggi. Bahkan, ada yang sangat menonjol. Sekolah-sekolah demikian tentu siap mengikuti kompetisi di bidang sastra, seperti olimpiade sastra,” ujarnya. Baca selengkapnya…
« Sebelumnya