Profil
SEJARAH
MEUNASAH Timu sebuah Gampong (Desa) secara administrasi masuk ke dalam wilayah Kecamatan Peusangan, dan satu-satunya desa Kelurahan yang dikepalai oleh Lurah. Kelurahan Meunasah Timu memili luas wilayah 47,3 ha dengan 19 ha adalah sawah. Kelurahan ini terdiri dari tiga lingkungan, ling T. Assalam, ling. T. Cut Ali dan ling Affan.
Pencapai ke lokasi dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 15 menit dengan jarak 10 km dari pusat kota kabupaten Bireuen. Lokasinya berbatasan dengan sebelah utara pusat kota Matangglumpangdua—Ibu kota Kecamatan Peusangan yang terkenal dengan Sate Matang.
Masyarakat di Kelurahan Menasah Timu mempunyai karakteristik urban tingkat kesejahteraan berada pada tingkat menengah. Jumlah penduduk mencapai 1756 orang dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 370 KK. Mayoritas penduduk Meunasah Timu berprofesi PNS 50 persen, wiraswasta 35 persen, petani sebanyak 10 persen, dan lain-lain 5 persen.
Walaupun kesejahteraan pada tingkat menengah, pengaruh yang tidak sehat terhadap siswa, pelajar, remaja dan pemuda desa pastilah ada. Terutama penyakit sosial masyarakat Indonesia yang sangat berpengaruh, yaitu narkoba, pergaulan yang tidak sehat dan kurangnya sarana untuk menyalurkan kegiatan yang positif.
Rasa kegelisahan tersebut sangat meresahkan orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya. Hal itu juga sangat dirasakan oleh Bang Fahmi, seorang pemuda gampong Muenasah Timu. Ia menginginkan remaja dan pemuda di desanya mengisi hari-hari luangnya dengan kegiatan yang positif.
Untuk mewujudkannya, Bang Fahmi mengajak remaja dan pemuda disekitar rumahnya untuk mengisi waktu luang dengan belajar. Syukur, keinginan tersebut disambut baik oleh adek-adek disekitar rumahnya. Ia juga merelakan beberapa koleksi buku yang Ia miliki untuk dibaca orang lain.
Akhirnya, kami ada sekelompok yang hobi baca. Medio Agustus 2003, kami semua sepakat untuk membuat kelompok membaca dan belajar. Karena itu, kami perlu tempat. Tempat berteduh dan tempat menyimpan buku buku pribadi yang telah jadi milik bersama, sebelumnya di rumah Bang Fahmi.
Kebetulan, di depan rumah Bang Fahmi, ada sebuah kios kosong yang tidak di pakai lagi. Kios yang dibangun tahun 1990 berdinding papan sudah nampak renggang. Kios kalau dilihat dari depan sudah miring ke kanan dan atapnya bocor.

Kios yang telah disulap menjadi Guahira tempat membaca belajar bersama.
Kios ini pun kami bersihkan, atapnya yang bocor kami tempel kembali. Untuk plafon kami pakek bungkusan zak semen—alternatif karena tak sanggup beli triplek—lalu, biar sedikit artistik kami dekor model stalakmit dalam sebuah gua. Setelah selesai, akhirnya kios yang jelek itu memang mirip sebuah lorong dalam gua dan gelap.
Karena tempat ini akan jadi tempat berteduh untuk membaca dan belajar, kami pun memberi nama Guahira. Nama ini kami adopsi dari nama Gua Hira’, tempat pertama kali turunnya ayat ayat Al Quran diwaktu Nabi Muhammad Saw ber-khalwat di gua tersebut. Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa “Allah menciptakan manusia dari benda yang hina. Kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup” kutipan dari Al quran Terjemahan.
Setelah satu bulan menenpati tampat baru, ngumpul bareng dan mengajak kawan lain untuk belajar bersama di Guahira membuat masyarakat di sekitar mendukung kegiatan kami. Seiring penambahan anggota baru, koleksi buku kami pun bertambah.
Pada satu kesempatan, kami mendapat tambahan buku paling banyak yang disumbangkan oleh keluarga (Alm) Zulkifli, pengelola toko buku ‘Pustaka Almuslim’. Berkat sumbangan beliau, pustaka mini kami dapat mengeloksi ratusan buku.
Setelah melihat perkembangan dan didukung oleh masyarakat desa kami, kelompok belajar dan menbaca, kami daftarkan menjadi sebuah lembaga kuat dan berbadan hukum. Tepat pada 20 Desember 2003 kelompok belajar Guahira resmi menjadi Yayasan berdasarkan akte Notaris Abdullah Ismail, SH. Akte dengan NOMOR:15.HT.20.12-TH.2003.

Gudung baru bantuan BRR NAD-Nias Satker Satket Revitalisasi dan Pengembangan Kebudayaan NAD.
Berkat program pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dilaksanakan oleh BRR NAD-Nias, Satket Revitalisasi dan Pengembangan Kebudayaan NAD, maka Yayasan Guahira Community dipercayakan untuk mengelola TBM tersebut di Kelurahan Matangglumpangdua Meunasah Timu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Dan pada Rabu, 11 Juli 2007, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr. M. Isa, meresmikan Taman Bacaan Masyarakat Guahira Community di Kelurahan Meunasah Timu, Matangglumpangdua, Bireuen. Taman Baca Guahira ini pun menjadi TBM pertama dan satu-satunya di Kabupaten Bireuen.[]
VISI — Menciptakan ruang baca publik.
MISI — Menumbuh semangat budaya baca
SLOGAN — Di guahira, Kita bisa baca
LEGALITAS TBM GUAHIRA
Taman Bacaan Guahira dikelola oleh Yayasan Guahira Community dengan Akta Notaris Abdullah Ismail, SH, Sp.N No. 15 tanggal 20 Desember 2003,
LOGO

.
SARANA YANG DIMILIKI
- Fasilitas Gedung 8 x 4 m2, lantai keramik plus toilet yang berdiri di atas tanah Yayasan Guahira Community seluas 10 x 20 meter.
- Mengkoleksi 430 judul buku dengan 860 eksamplar buku yang terkumpul.
- Memiliki dua buah rak buku, tiga meja baca, satu katagalog buku dan enam buah kursi.
- Satu unit perangkat komputer plus printer, scanner, UPS dan dilengkapi dengan software SIM perpustakaan.
- Waktu layanan: Setiap hari, Buka jam: 08.30 s.d 12.00 dan 14.00 s.d 17.30

Tampak dalam
PENGURUS TBM GUAHIRA
Nama : Herizal Jabatan : KetuaMobile : 0813 6036 5656 ll
Nama : Zulham Yusuf Jabatan : Staf Administrasi
LAYANAN
Buka setiap hari, dari 08.30 s.d 12.00 dan 14.00 s.d 17.30 WIB.
Peminjaman buku GRATIS bagi semua anggota, setiap sekali pinjam dua judul buku selama satu pekan. Terlambat pengembalian dikenakan denda yang telah ditentukan.
Untuk menjadi anggota Taman Baca Guahira, cukup mengisi formulir anggota dan membayar administrasi Rp5000 untuk pembuatan ID card (seperti kartu ATM).
-

Detail papan nama

Beberpa pengujung pustaka Guahira.
-
DONASI BUKU
Sekretariat Taman Baca Guahira; Jalan Jangka No. 130 B, Kelurahan Matangglumpangdua Mns. Timu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. 24261
NOMOR REKENING TBM
- Nama Bank : Bank BNI Cabang Bireuen
- Atas Nama TBM : Yayasan Guahira Community
- No. Rekening : 0110564836
***







January 6th, 2009 at 04:58
tolong surat permintaan ke aliansisastrawan_aceh@yahoo.com, agar kami dapat mengirimkan/menyumbangkan beberapa judul buku. kunjungi
http://www.aliansisastrawanaceh.wordpress.com
February 4th, 2009 at 00:56
meunan lah,, kreatif dalam membanguun bangsa…..
dari pada siswa mewet-wet hana but,,kon leubeh got di belajar nyak tamah ilme….
February 15th, 2009 at 07:21
Mantap…..terus berkarya
semoga sukses
sering update ya
April 5th, 2009 at 17:10
Ass.wr.wb.
Alhamdulillah, seunang that haté
ulontuan watèë ulon kalon ngon batja ara – kata Pustaka di GUAHIRA´,kareuna njoëkeueh saboh tjiri-tjiri dan keturunan ureueng peutjarong geunerasi muda bansa Atjèh dimasa ukeuë, Insja ALLAH, amiiin !
Njang Ikhlas
Ajah Ali
Sweden
April 13th, 2009 at 15:53
@ RAMLI ABUBAKAR
Terima KAsih Atas supportnya pak.
Salam dari Aceh
June 15th, 2009 at 12:32
ee bang,sukses terus beh,untuk memajukan bangsa……!
LANJUTKAN…….!!!!
GUAHIRA best of the best…
ISY KARIMAN AU MUT SYAHIDAN….
August 5th, 2009 at 09:34
alhamdulillah, lon meudu’a bak Allah semoga nanggrou Atjeh nyoe maju, dan tetap geuberkati oleh Allah deungon ilmee. MAJU TRUSS…
August 20th, 2009 at 12:04
semoga sukses guahira..
June 7th, 2010 at 05:00
Saya tinggal di lhokseumawe sering pulang ke rumah mertua 2 minggu sekali @ meunasah meucap jl.jangka juga, sudah pasti lewat meunasah timu….., lain kali pingin mampir ke gua hira’.
July 28th, 2010 at 14:38
Ini baru mantap, mencerdaskan anak bangsa ini namanya, sayangnya tidak ada di kampung kami perpustakaan seperti ini.